Judul Asli: "All is Beautiful... try not to cry"
diterjemahkan oleh: Andry
pernah dibuat versi video by: Setiawan Handoyo/Wawan
*Roh Jahat akan menghalangi cerita ini...
sempatkan diri Anda selama 15 menit untuk membaca dan meneruskan surat ini dan Anda akan menyelamatkan banyak orang yang percaya untuk saling mendoakan.
bu Sally segera bangun ketika melihat dokter bedah keluar dari kamar operasi.
dia bertanya dengan penuh harapan:
"bagaimana anakku?"
"apakah dia dapat disembuhkan?"
"kapan saya boleh menemuinya?"
dokter bedah menjawab, "Saya sudah berusaha sebaik mungkin, tapi sayangnya anak ibu tidak tertolong"
Bu Sally bertanya dengan hati Remuk,
"Mengapa anakku yang tidak berdosa bisa terkena Kanker? Apa Tuhan sudah tidak peduli lagi? Dimana Engkau Tuhan ketika anak laki-lakiku membutuhkanmu?"
Dokter bedah bertanya, "Apakah ibu ingin bersama anak ibu selama beberapa waktu? perawat akan keluar untuk beberapa menit sebelum jenazahnya dibawa ke universitas."
Bu Sally meminta perawat bersamanya saat dia akan mengucapkan selamat jalan kepada anak lelakinya. dengan penuh kasih sayang dia mengusap rambut anaknya yang pirang itu.
"apakah ibu ingin menyimpan sedikit rambutnya sebagai kenangan?" perawat itu bertanya. bu Sally mengangguk. perawat memotong sedikit rambut dan menaruhnya didalam kantong plastik untuk disimpan.
ibu Sally berkata, Jimmy anakku ingin mendonorkan tubuhnya untuk diteliti di universitas. Dia mengatakan mungkin dengan cara ini dia dapat menolong orang lain yang memerlukannya.
awalnya saya tidak memperbolehkan tapi Jimmy menjawab,
"Ma, saya kan sudah tidak membutuhkan tubuh ini setelah mati nanti. mungkin tubuhku ini dapat membantu anak lain untuk hidup lebih lama dengan ibunya."
bu Sally terus bercerita,"anakku itu memiliki hati emas. Jimmy selalu memikirkan orang lain. selalu ingin membantu orang lain selama dia bisa melakukannya."
bu sally meninggalkan rumah sakit setelah menghabiskan waktunya enam bulan disana untuk merawat Jimmy...
Dia membawa kantong yang berisi barang-barang anaknya. Perjalanan pulang sungguh sulit baginya. lebih sulit lagi ketika dia memasuki rumah yang terasa kosong. barang-barang Jimmy ditaruhnya bersama kantong plastik yang berisi segenggam rambut itu didalam kamar anak lelakinya.
dia meletakkan mobil mainan dan barang-barang milik pribadi Jimmy, anaknya ditempat Jimmy biasa menyimpan barang-barang itu.
kemudian dibaringkan dirinya ditempat tidur. dengan membenamkan wajahnya pada bantal, dia menangis hingga tertidur. di sekitar tengah malam, sally terjaga. disamping bantalnya terdapat sehelai surat yang terlipat.
surat itu berbunyi:
"Mama tercinta,
saya tahu mama akan kehilangan saya tetapi saya akan selalu mengingatmu ma, dan tidak akan berhenti mencintaimu walaupun saya sudah tidak bisa mengatakan 'aku sayang mama'.
saya selalu mencintaimu bahkan semakin hari akan semakin sayang padamu, ma. sampai suatu saat kita akan bertemu lagi. sebelum saat itu tiba, jika mama mau mengadopsi anak lelaki agar tidak kesepian, bagiku tidak apa-apa ma.Dia boleh tidur dikamarku dan bermain dengan mainanku. tetapi jika mama memungut anak perempuan, mungkin dia tidak melakukan hal-hal yang dilakukan oleh kami, anak lelaki. mama harus membelikannya boneka dan barang-barang yang diperlukannya oleh anak perempuan.
jangan sedih karena memikirkan aku, ma. tempat aku berada sekarang begitu indah.
kakek dan nenek sudah menemuiku begitu aku sampai disana dan mereka menunjukan tempat-tampat yang indah. tapi perlu waktu lama untuk melihat segalanya disana.
malaikat itu sangat pendiam dan tampak dingin. tapi saya senang melihatnya terbang. dan... apa mama tahu apa yang kulihat? Yesus tidak terlihat seperti gambar-gambar yang dilukiskan manusia. tapi, ketika aku melihat-Nya, aku yakin Dia adalah Yesus. Yesus sendiri mengajakku menemui Allah Bapa! tebak ma apa yang terjadi? aku boleh duduk dipangkuan Bapa dan Berbicara dengan-Nya seolah-olah aku ini orang yang sangat penting. aku memceritakan kepada Bapa bahwa aku ingin menulis surat kepada Mama untuk mengucapkan selamat tinggal dan kata-kata yang lain. Namun aku sadar bahwa hal ini pasti tidak diperbolehkan-Nya.
Tapi mama tahu, Allah sendiri yang memberikan sehelai kertas dan pensil-Nya untuk menulis surat ini kepada Mama.
saya pikir malaikat Gabriel akan mengirimkan surat ini kepadamu, ma.
Allah mengatakan akan memjawab pertanyaan mama ketika mama bertanya, 'Dimana Allah pada saat aku membutuhkan-Nya?'
Allah mengatakan Dia berada bersama diriku seperti halnya ketika Putera-Nya Yesus disalibkan.
Dia ada disana ma, dan Dia selalu berada bersama semua anak.
Ngomong-ngomong, tidak ada orang yang dapat membaca apa yang aku tulis selain mama sendiri. Bagi orang lain, surat ini hanya merupakan sehelai kertas kosong. luar biasa kan, ma?
sekarang saya harus mengembalikan pensil Bapa yang aku Pinjam.
Bapa memerlukan pensil ini untuk menulis nama-nama dalam buku kehidupan.
Malam ini aku akan makan bersama dengan Yesus dalam perjamuan-Nya. aku yakin makanannya akan lezat sekali.
oh..., aku hampir lupa memberitahumu, ma. aku sudah tidak kesakitan lagi. penyakit Kanker itu sudah hilang. aku senang karena aku tidak tahan merasakan sakit itu dan Bapa juga tidak tahan melihat aku kesakitan.
itulah sebabnya mengapa Dia mengirimkan malaikat pembebas untuk menjemputku. Malaikat itu mengatakan bahwa diriku merupakan kiriman istimewa!
Bagaimana, ma?
salam kasih dari Allah Bapa, Yesus dan aku.
*kemudian heningkanlah sebentar dan rasakan bagaimana Roh kudus berkerja dalam hidup Anda agar Anda melaksanakan perbuatan yang dikehendaki oleh Bapa.
"Ketika Anda jatuh, Tuhan akan membangkitkan Anda."
*kisah ini dari surat email.
dengan judul Asli:"All is Beautiful... try not to cry" atau Kisah ini sungguh indah... cobalah jangan menangis.
*kirimkan surat ini kepada teman-teman Anda dan Anda dapat melihat bagaimana Roh kudus menerangi hidup Anda.
"""God Bless You""" Share by: Poe Edyson
NB: Email ini saya sharing agar anda bisa lebih mudah dan bisa berbagi berkat. selain itu saya juga pernah merasakan hal yang sama dengan ibu Sally. ketika adik saya yang berumur 18 tahun meninggal karena TUMOR GANAS stadium 3.
moga bisa jadi inspirasi ya...
Tulisan itu adalah fosil kata, Artefak kalimat, dan Jejak sejarah hidup, yang apabila terukir selamanya tidak akan berubah... seperti karya besar lukisan dan patung Michelangelo yang akan selalu dikenang sepanjang masa. I love Writting!
Google Translate
Senin, 02 Mei 2011
Senin, 11 April 2011
A Candle in the Dark
Ditengah keramaian ini,
Aku masih merasa sepi...
Setiap yang datang mengetuk pintuku,
Aku masih berharap padamu.
Apakah aku tersesat dilorong yg gelap?
Terus mencari sinarmu...
Aku tahu didalam sana ada banyak sinar yg menyilaukan...
Tp itu semua bukan sinar yg ku kenal.
Sinarmu yg paling damai dihatiku...
Meski pun kecil dan redup.
Tapi aku tahu hanya sinarmu yg dapat mmbuatku tenang ddlm kesunyian...
Kau adalah lilin kecil
yg menyinari sebuah ruangan gelap dihatiku...
A Candle in dark...
Cukup merindukanmu saja...
Cahaya kecilmu ini sudah berayun-ayun membuat hatiku damai...
Cahaya yang seperti tak punya harapan...
Seperti ada yang terus berusaha memadamkan cahayamu...
Tapi takkan ku biarkan itu terjadi!
Walau angin dan badai datang...
Perasaan ini tak akan mati.
Setiap detik yg kulewati
Aku pasti kan selalu memrindukanmu...
Sampai ketika kau berlari kepadaku,
Memeluk dan menciumku...
Saat itu cahaya kecil itu akan berkobar2 diseluruh tubuhku menjadi terang berderang untuk selamanya...
Amin...
Aku masih merasa sepi...
Setiap yang datang mengetuk pintuku,
Aku masih berharap padamu.
Apakah aku tersesat dilorong yg gelap?
Terus mencari sinarmu...
Aku tahu didalam sana ada banyak sinar yg menyilaukan...
Tp itu semua bukan sinar yg ku kenal.
Sinarmu yg paling damai dihatiku...
Meski pun kecil dan redup.
Tapi aku tahu hanya sinarmu yg dapat mmbuatku tenang ddlm kesunyian...
Kau adalah lilin kecil
yg menyinari sebuah ruangan gelap dihatiku...
A Candle in dark...
Cukup merindukanmu saja...
Cahaya kecilmu ini sudah berayun-ayun membuat hatiku damai...
Cahaya yang seperti tak punya harapan...
Seperti ada yang terus berusaha memadamkan cahayamu...
Tapi takkan ku biarkan itu terjadi!
Walau angin dan badai datang...
Perasaan ini tak akan mati.
Setiap detik yg kulewati
Aku pasti kan selalu memrindukanmu...
Sampai ketika kau berlari kepadaku,
Memeluk dan menciumku...
Saat itu cahaya kecil itu akan berkobar2 diseluruh tubuhku menjadi terang berderang untuk selamanya...
Amin...
Jumat, 01 April 2011
THE LAST SM*SHBL@ST
It's my first fans fiksi story... Don't miss it!!!
KETIKA…
Kisah ini terjadi setelah 5 tahun mendatang…
Sejak dari 5 tahun Boyband SM*SH mulai berkiprah didunia music.
Bukan hanya di Indonesia, kini (febuary 2015) Sm*shblast(nama kumpulan Pengemar SM*SH) ada diberbagai Negara di asia.
Bahkan beberapa yang diluar Asia. Sebut saja yang di Australia, India dan beberapa yang lainnya.
Bahkan semua personel SM*SH lebih sering keliling asia untuk melakukan konser tour dari pada dinegeri kita sendiri sejak tragedi 1 tahun yang lalu.
Kini semua personel SM*SH bukan kelompok remaja atau artis pendatang Baru lagi seperti 5tahun yang lalu. Music mereka sudah sangat matang, style mereka juga sudah memiliki karakter boyband Asia yang tersendiri dengan designer profesinal pribadi, bahkan mereka sudah punya 5 album yang merambah kedalam dunia music dan Go International. Khususnya di Asia saat ini. Pertumbuhan mereka yang matang bisa kita lihat secara fisik mereka adalah badan semakin berbentuk atletis dan sixpack karena lebih ketatnya mereka fitness dan latihan dance. Ditambah reza yang memelihara jenggot dan kumis tipis seperti actor Fahri Aclbar, Ilham yang rambutnya kini hampir botak seperti pesepak bola david beckham, Rangga rambutnya yang tambah gondrong seperti justin bieber, Rafael pun gondrong seperti rambut jerry yan di meteor garden dan perubahan-perubahan kecil lainnya yang terjadi pada para personel SM*SH yang membuat imej mereka bukan hanya sekedar kumpulan cowok2 imut lagi, mereka kini kelihatan sangat gentle sekali dlm perform dance mereka. Meski pun banyak yang berubah, tapi personel SM*SH tidak pernah ganti personel selama 5tahun mereka berjalan. Cukup hebat bukan.
Oleh karena itu makanya mereka bisa memasuki dunia music Asia. Karena mereka sudah sepantasnya disebut seleb dunia, dengan lagu mereka yang selalu menjadi Hits di Stasiun Music Tv dibanyak Negara diAsia.
Namaku Yulio… Dan ini kisahku...
“pasti dengar lagu SM*SH lagi ya?” kataku kepada sahabatku yang sedang mendengarkan lagu lewat handfree sambil memejamkan mata menikmatinya dan berada disebelahku.
“iya… denger lagu single pertamanya dialbum kelima ini. Ga bosen-bosen!” jawabnya sambil cengar-cengir.
“ yg Judulnya Reincarnation ya?” tebakku.
“iya… apalagi pas disuara Morgan. Hmmm,,, kira2 dia masih kenal kita ga ya?”
“… “ binggung. “hmm… pasti uda lupa lah! Kan dia udah sepuluh tahun meninggalkan singkawang, dia mana ingat sapa aja teman sekolah dia. Apa lagi dia uda jadi artist Jul.”
Nah, cewek manis yang duduk dibangku pesawat sebelah saya ini adalah sahabatku sejak SMP. Namanya Julia. Sekilas namanya hampir sama denganku. Selain itu kita juga punya kesamaan yang hampir sama. Yaitu sama-sama menjadi Sm*shblast yang setia sejak 5tahun yang lalu. awalnya kami menjadi pecinta SM*SH hanya karna adanya Morgan Oey yang pernah satu angkatan SMP dan SMA ketika sekolah diSingkawang dulu dan saat ini kami didalam perjalanan menuju bandara Jakarta ke kantor management SM*SH yang sudah mendirikan kantor, ruangan pribadi kerja personel SM*SH dan Studio rekaman yang terletak didaerah Jakarta. Karna memang kebetulan tahun ini SM*SH kembali melakukan Konser di Indonesia setelah satu tahun mereka hanya mengadakan konser diluar negeri.
Ini dikarenakan kejadian tragis yang terjadi satu tahun yang lalu, pada saat konser SM*SH dialbum ke-empat mereka yang berlangsung ricuh dijakarta. Dikarenakan adanya penyerangan dari Anti SM*SH yang dari tahun ketahun juga bertambah banyak. Sehingga menyebabkan 3 sm*shblast dikeroyok dan akhirnya tewas oleh pendukung Anti SM*SH yang masih menganggap SM*SH boyband Haram/gay/homo dan tidak layak menjadi artist Indonesia, meski pun Sm*shblash Indonesia sudah menyebar luas dimana-mana dan 10xlipat lebih banyak, tapi tetep saja Anti SM*SH tetap menolak boyband SM*SH dengan membawa nama dan norma-norma agama yang mengancam-ancam akan membutuh sm*shblash yang berani membela SM*SH dihadapan mereka. Lewat berita tv, lewat twitter facebook dan media lainnya.
Saat itu perperangan antara anti SM*SH dan Sm*shblast terjadi ricuh dan mengemparkan disemua media massa dan jejaring social beberapa bulan. Hingga sampai saat ini sudah tidak ada lagi terjadinya pro dan kontra lagi tentang boyband SM*SH. Hingga akhirnya SM*SH kembali mengadakan konser di Indonesia untuk konser Album ke-5 Reincarnation.
Didalam hatiku resah ketika duduk didalam taxi menuju tempat konser, karena teringat tragedi tahun lalu. Sebenarnya aku tidak terlalu ingin datang kekonser ini yang sangat jauh dari tempat tinggal kami, hanya saja demi mewujudkan keinginan Julia. Apa pun aku rela. Sebab aku tidak ingin kehilangan dia.
“Jul… kalo misalnya tragedi tahun kemarin terulang lagi gimana?” tanyaku ragu.
“yah… ga mungkin lah…kan kemarin di tv udah diberitain. Tahun ini keamanan mereka akan dijaga lebih ketat. Lu tenang aja! Selain itu juga banyak artis2 indo yg ikutan nonton dan mereka menjaminkan aman. Tapi kalo pun iya, gw ga akan takut! Coz gw adalah Smashblast Setia!” Jawab Julia tegas sambil merapi-rapikan buku yang seperti album fans yang berisi foto2 Morgan dan SM*SH.
“sebenarnya lu nonton konser Cuma pengen ketemu ama Morgan ya Jul?” kataku sambil serius menatap mata Julia.
Julia berhenti merapikan album dan menatapku”iya! Kenapa? Lu cemburu ya? hehehehe”
“cemburu pale lu!!!” kataku lalu terdiam. Padahal sebenarnya aku sangat cemburu melihat dia terlalu obsesi dengan sosok artist yang mungkin sudah tidak mengenalnya lagi. Aku ingat ketika dia pernah menolakku waktu lulus sekolah hanya karna dia suka Morgan. Lalu dia bilang Morgan pernah menyatakan perasaannya sebelum berangkat kuliah dijakarta. Tapi dia belum menjawabnya ketika itu. Aku sudah tidak tahu apakah alasannya fiksi atau nyata.
“Yulio… kan nanti setelah konser. Ada pemilih 7 smashblast setia untuk nge-date 1 harian bareng personel SM*SH dihari valentine minggu depan. Lu ikut ya? Itu kesempatan gw buat ketemu Morgan” cerita Julia yang berhidung mancung dan bermata indah.
“ikut dunk…” jawabku ikut semangat.
“emank kamu mau nge-date ama siapa yulio? Kan kamu cowo?” Tanya Julia polos sambil melihatkan semua giginya yang rapi.
“ama kamu aja ya? Hahahahaaa”
Konser berlangsung lancar dan meriah… kami beruntung berada didepan karena datang jauh lebih awal dari pada yang duduk ditengah. Sehingga kami bisa melihat dengan jelas wajah2 mereka. Tapi disini sangat berisik, semua sm*shblash dari belahan mana pun berteriak histeris secara terus2an seperti burung2 yang kelaparan ketika ditaburi makanan. Begitu juga Julia. Aku senang sekali karna duduk paling dekat dengan dia sehingga aku bisa terus2 menatap senyumnya yang seolah tidak akan pudar. Apalagi ketika personel SM*SH mulai keluar.
Aku tidak bisa melihat wajah2 orang disekitarku lagi terkecuali Julia. wajah2 mereka seperti wajah2 semut disarang. Yang aku tau dari atas belakang sampai kebawah paling depan semua tempat duduk full. Bahkan masih banyak yang berdiri. Lalu aku lihat di belakang tepat pintu masuk diatas ada 5 orang yang bertopeng kupluk hitam, yang terlihat hanya sepasang mata saja. aku curiga, apakah mungkin itu adalah Anti Sm*sh. Akankah tragedy terulang. Tiba2 aku dengar suara personel Sm*sh dari depan panggung.
“saat ini kami akan membawakan lagu pertama kami diSM*SH. Ini single pertama kami dialbum pertama SM*SH” kata Bisma yang sepertinya menjadi juru bicara diSm*sh.
“dan kami mohon maaf karna dilagu ini Rafael tidak bisa ikut. Karna kakinya terkilir atau keseleo” tambah rangga.
Ilham baru mau lanjutkan berbicara, para pengemar Ilham langsung berteriak kegirangan. Akhirnya ilham hanya tersenyum saja.
“lagu ini berjudul…” sambung Morgan.
“Iiii…. HEARTTT…. YOU…” teriak semua personel serentak dengan semua penonton yang membuat aku melupakan rasa takut dan orang yang mencurigakan itu.
Tuhan,,, ijinkanlah aku untuk terus bisa melihat senyum dan tawa Julia seperti hari ini. Aku sungguh tidak ingin kehilangan dia. Meski pun dihatinya tidak selalu ada aku.
Tapi… aku ingin dia tahu… bahwa rasa ini tidak pernah berubah…
I heart you Julia…
Sepertinya aku mendengar suara ledakan atau sejenisnya ditengah-tengah lagu ini. Tapi kurang jelas karena suara music dan teriak2 kan para smashblast sangat kencang. Tapi sepertinya suara itu dari belakang. Aku mulai menoleh kebelakang dan melihat suasana tempat duduk yang sepertinya berbeda dari sebelumnya. Penonton yang dibelakang mulai berlarian. 5 orang bertopeng hitam itu berjalan semakin kedepan. Tiba-tiba seseorang melemparkan sebuah microphone kepada salah satu dari yg betopeng itu. Music berhenti dan para personel pun berhenti menari.
“siapa disini yang mau mati???” kata sitopeng hitam itu.
“siapa disini yang mau mati untuk artis anda?””
“siapa disini yang memuja mereka???” sambil menunjuk ke arah personel SM*SH yg mematung diri didepan panggung karna kaget.
“HAHHH???”
‘DuuaaaAAARRR’ suara pistol ditembakan sekali lagi keudara. Dan orang-orang berlomba-lomba belari-lari keluar gedung menuju pintu keluar seperti terjadi sebuah gempa dibioskop. Orang-orang menghilang dengan cepat. Suasana ricuh sekali, terdengar banyak yang menangis dan berdoa.
Aku yang sedang bingung segera menarik tangan Julia.
“ayo kita pergi, jul!”
“tidak… aku tidak boleh pergi.” jawab Julia bertahan.
“hei… lu gila ya Jul? kita bisa ditembak sama mereka…”
“aku ingin bertemu morgan sebentar. Ada yang ingin aku sampaikan…”
“Julia…”
“please… biarkan aku disini…”
Aduh… aku pergi ngga ya? Pergi… engga… pergi… engga… gumamku dalam hati.
Aku mulai binggung melihat bangku-bangku disekelilingku kosong semua. Tapi aku bertahan disini. Bertahan untuk Julia. Aku tidak boleh pergi.
Ternyata didepanku ada beberapa orang yang bertahan. Mereka bisa dihitung dengan jari, kira-kira Sekitar dua puluhan orang.
“oke! SM*SH kalian boleh lanjutkan konser kalian… kami telah memisahkan fans munafik kalian dan inilah Smastblast setia kalian…” kata sitopeng yang masih memegang pistol hitam tangannya.
Salah satu sitopeng itu membuka topengnya dan berkata, “terima kasih atas kesetiaan kalian kepada kami… kalian patut mendapat penghargaan… kalian akan dijadikan peserta pemilihan smashblast setia, 7 yang berungtung akan nge-date 1harian dengan idola kalian masing-,masing.
Para smashblast yang tersisa 25 orang yang tadinya shock menjadi senang dan berteriak” Rafael… thank you…”
Lalu Rafael pun naek kepanggung setelah membuang topengnya dan sisa 4 orang bertopeng itu berjalan menuju pintu. Satu-satunya sitopeng yang memegang pistol sekali lagi menembakkan pelurunya ke udara dan berteriak
“Music!!! Let’s play!!!”.
Segera lagu I heart you kembali dinyanyikan. Tetapi seekor burung yang tertembak jatuh tepat dikepala sipenembak. Sungguh konyol sekali... ckckck…
“you know me so well… girl I need you… girl I love you… girl I heart you” nyanyian terdengar nyaring sekali meski penontonnya sudah tinggal dua puluhan.
Besoknya kami semua diseleksi untuk menjadi smashblast setia. Sepertinya semua peserta yang ikut adalah wanita, hanya ada 2orang laki-laki saja termasuk aku. Kita diberikan lembar Tanya jawab seperti saat ujian. Aku dan Julia berusaha menjawab pertanyaan dengan serius, tetapi ketika membaca pertanyaan terakhir aku binggung sekali, padahal pertanyaan terakhir adalah penentu apakah aku akan dimasukan ke test berikutnya.
Pertanyaannya:
“jika kamu terpilih menjadi salah satu sm*shblast setia, maka kamu akan memilih siapa sebagai pasangan idola kamu untuk dating divalentine ini???”
Oh my God! Pasti ga ada cowo yang bisa terpilih dalam hal ini. Karena aku ingin terus bersama Julia aku memutuskan memilih Morgan. Selain itu Morgan juga teman sekelasku. Pasti dia kenal aku. Hmmm… akhirnya waktu habis.
Ternyata setelah itu aku, Julia dan 3 cewek fans morgan dikumpulkan dalam satu ruangan untuk dilombakan dan dipilih hanya satu saja sebagai pasangan dating buat Morgan. Semua panitia penyelenggara didalam ruangan itu menatapi aku dengan aneh. Begitu juga 3 cewek di belakangku. Aku tau apa yang ada dipikiran mereka. Tapi aku tidak peduli. Karena ku lakukan itu untuk bersama-sama Julia. Didalam ruangan itu ada 5 peserta yang duduk dibangku berlomba memasukan batu mutiara yang didalamnya berinisial huruf-huruf abjad, tugas kami menyusun batu warna-warni itu kedalam sebuah benang kalung lewat jarum kecil membentuk kalung(liontin) nama berinisial ‘morgan oey SM*SH’ dengan secepat dan serapi mungkin. Aku dan Julia duduk dibangku paling depan bersebelahan.
Ketika lomba baru dimulai, aku dan Julia terganggu dengan seorang cleaning service berkaki pincang yang ada diluar ruangan itu, ia sibuk membersihkan dinding disetengah tangga. Konsen kami semakin terganggu ketika kaki cleaning service seperti tidak kuat berdiri ditangga kayu itu. Aku melihat Julia terus memperhatikan orang itu. Julia seperti ingin berhenti memasukan batu itu. Tapi aku mencegahnya, karna aku tau dia sangat ingin menang dalam hal ini. Apalagi ke-3 peserta dibelakangku terus begitu berusaha menyelesaikan tugas ini.
“ayo Julia… tetap semangat! Biarkan orang itu. Kamu Bisa Julia!” kataku melihat dia sudah memasukkan huruf O, E, Y dan…
Tangga kayu itu tiba-tiba patah dan cleaning service tua itu terjatuh dari ketinggian 3 kaki dan berguling ke anak-anak tangga kebawah. Julia langsung berlari keluar melihat orang itu, karna tidak ada seorang pun disana yang menolongnya.
“Julia… jangan… kamu akan Gagal Julia” kataku sambil terus berusaha menyelesaikan susunan sampai selesai. Berharap jika Julia yang Gagal. Maka jika aku menang aku akan memberikan kesempatan ini kepada Julia. Tapi ketika aku memasukkan huruh*(bintang), sudah ada peserta dibelakangku yang berteriak girang sebagai penyelesai pertama. Lalu aku pun meninggalkan tugas itu menghampiri Julia yang ada ditangga bawah. Aku melihat Julia sudah selesai membalut luka dilengan cleaning service itu dengan syal yang tadi dipakainya. Lalu dengan tampang putus asa meninggalkan orang itu.
Aku menghampiri Julia, lalu melihat cleaning service dibelakangnya. sepertinya orang itu terus menatapku, hmmm… sosok yang tidak asing. Aku menghampirinya dan biarkan Julia berjalan sendiri.
“kamu gak apa-apa kan mas?” tanyaku pada cleaning service itu.
“YULIO….” Kata orang itu yang memakai topi yang menutupi matanya.
“Iya… koq bisa tau?”
“koq kamu bisa disini?” sambil menaikan sedikit topinya keatas.
“Mor….(dengan nada kenceng) gannnn… (dengan nada pelan)”
“Sssst…. Jangan sampai kedengaran cewek tadi ya?”
“cewek tadi?”
“iya… cewek yang barusan balut luka aku…”
“dia itu… “kataku terhenti. Aku aneh aja, kenapa dia bisa ingat aku tapi lupa ama Julia. Padahal kan kita sering main bersama dulu. Tadinya niatku ingin kasih tau morgan kalo itu adalah Julia temen sekelas kami. Tapi… sudahlah…
Julia memasuki Ruangan lomba itu untuk mengambil tasnya, tapi disambut tepuk tangan oleh panitia diruangan itu. Aku menyusul dan ikut kaget.
“selamat Julia. Kamu adalah pemenang sebagai pasangan Morgan dalam nge-date with SM*SH!” kata ketua panitia.
“Hah…?” Tanya Julia Bingung.
“ Karna yang dicari Morgan adalah cewek berhati Mulia seperti kamu ini. Bukan yang berusaha karna ada maunya.” Jelas panitia.
“oh ya… ?” seru Julia lalu membalikan badan dan memelukku senang, yah… seperti itulah juga perasaanku saat ini.
“selamat ya…”dukungku.
“ini undanganmu untuk besok ya… makan siang direstoran Korea food dan kencan seharian bersama Morgan. Ingat ya, besok pagi jam 8 kamu sudah harus sampai dihotel undangan itu, gaun dan lainnya sudah kami persiapkan”
“makasih bu panitia… heheheheheee” tutup Julia.
Besoknya, direstoran yang berdinding kaca itu aku melihat ada 7 cewek cantik yang sedang duduk menunggu ketujuh personel SM*SH datang, dengan meja pasangan masing. Aku hanya bisa melihat dari luar restoran. Karena tidak diperbolehkan masuk. dimeja Julia dia sedang sibuk mengeluarkan kotak perhiasan berwarna coklat dan dipakaikannya perhiasan itu kelehernya. Lalu semua personel masuk dan mengobrol hangat dengan pasangannya.
“halo… Julia… nice to meet you…” sapa Morgan ramah dengan senyuman manis yang bisa membuat Julia terbang kelangit ke-7.
“Morgan… I miss so much…” peluk Julia.
Morgan tersenyum senang lalu ia tak sengaja melihat liontin yang ada dileher Julia. Dia melepaskan pelukannya dan mencoba menatapi wajahnya dengan jelas.
“Julia… Julia lemon kan? Wah cantik sekali kau saat ini…”
“iya morg… gila lu udah sombong banget ga kenal aku ya…”
“bukan gitu… kamu didandan seperti ini, aku jadi ga bisa kenali loh… hahahaha…”
Mereka mengobrol dan mengenang masa2 mereka bersahabat diSMP sampai SMA sambil membuka album foto mereka bertiga dulu. Album yang sudah disedia Julia dari awal. Lalu Julia pun masuk kepertanyaan serius yang selama ini ingin ia sampaikan pada morgan.
“morgan kamu tau ga? Aku nunggu jawaban kamu yang masih belum selesai ketika pertemuan terakhir kita. Sudah hampir 10 tahun tau…”jelas Julia.
“pertemuan terakhir ketika kamu ngasih kalung ini kamu bilang apa?”
“bilang apa? Aku bilang apa emank?”
“yang waktu hujan-hujan itu… kamu lupa?”
“seingat aku, aku pakaiin kamu liontin lemon ini dari seseorang…”
“dari seseorang? Koq jadi seseorang… ga nyambung ya?”
“iya… pada saat itu aku ingin nyampein sesuatu kekamu… tapi kamu malah memotong pembicaraannya dan akhirnya aku ga punya waktu lagi dan buru pulang, iya kan?”
“loh… enggak, saat itu kamu nembak aku. kamu bilang kamu akan pergi dan bilang kamu suka sama aku terus… kamu bilang tapi… trus tiba-tiba ada tlep lalu buru2 pulang. Nah,,, sampai saat ini aku tu penasaran sama jawaban tapi kamu ituloh… itu isinya apa?” jelas Julia panjang lebar berusaha mengingatkan morgan kejadian sepuluh tahun yang lalu.
“saat itu. Aku ingin menyampaikan bahwa selama itu aku ada perasaan suka sama kamu, tapi kamu tiba2 meluk aku dan bilang kalo kamu cinta aku. jadinya aku menjadi ragu dan gugup untuk meneruskan kata-kataku…”
“emank saat itu kamu mau bilang apa morg?”
“setelah memakai Liontin itu, sebenarnya aku ingin bilang gini sama kamu. Liontin lemon itu adalah liontin dari Yulio buat kamu. Dan setelah lu bilang lu cinta ama aku. aku pengen bilang kalo aku juga sayang sama kamu tapi sebagai seorang sahabat. Karna ada seseorang yang benar-benar mencintaimu dan yang rela berkorban untukmu… dan sedang menunggumu dibawah pohon lemon tree ditaman kita main dulu.”
“yulio…” Julia menyebut nama itu sambil mengenggam liontin lemon itu.
“Hanya saja ketika dia menelponku, dia mendengarkan dengan jelas ketika kau bilang cinta padaku saat itu. Dia menyuruhku untuk tidak melanjutkan pesannya. Terakhir sebelum aku pergi ke jakarta aku masih melihat dia sering duduk termenung dan kadang menangis dibawah pohon lemon itu.”
Julia menangis mendengar semua itu. “apakah aku salah mencintai orang…”
“sekarang belum terlambat koq! Tadi aku lihat Yulio ada didepan koq.”
Dari sisi kaca restoran bagian luar aku melihat mereka berdua begitu akrab mengingatkan kembali masa-masa ketika kami bertiga masih remaja. Kami sering memanjat pohon lemon tree dengan seragam SMP. Kita main barongsai-barongsai dari kardus bekas dan konyol lagi kita suka bikin video klip lipsing lalu upload difacebook dan tag keteman-teman sekelas. Kami begitu akrab sekali, makanya dialbum foto Julia banyak sekali foto-foto kami bertiga.
Sebab ketika sekolah dulu, aku suka sekali mengambil gambar dengan kamera hpku dan karna morgan memang ganteng dari dulu dan Julia juga cantik, maka mereka lah yang selalu jadi modelku untuk mengambil foto.
Tiba-tiba masuk hampir 10 orang yang berpakaian hitam dan bertopeng kupluk menyerang masuk kedalam restoran.
“Siapa disini yang mau mati untuk Rafael??? Buktikan kalau kalian benar-benar pengemar sejati!!!” kata pemimpi yang berbaju hitam itu dengan sebuah senjata pistol ditangannya.
“saya!” kata pasangan atau fans Rafael dengan bangga.
DUARRR!!! Tiba-tiba cewek itu tertembak didadanya dan langsung jatuh kebawah dan disambut Rafael sambil berkata” Siapa kalian semua?”
“Siapa lagi yang berani mati buat Rangga? Ayo… angkat tangan.” kata pemimpin itu sekali lagi.
Pasangan rangga juga dengan bangga dan tersenyum berdiri sambil mengatakan: “SAYA!!! SIAP!” sambil dalam hatinya bergumam. Pasti ini acara TV ya? Kameranya mana ya??? Rangga langsung menarik tangan gadis itu untuk segera duduk dan berkata. “ini bukan dari Team kami, Gladis.”
“Hah? Masa?” kaget gladis.
DUARRR!!! Sekali tertembak korban pecinta SM*SH ini. Semua berteriak histeries dan menangis.
“siapa lagi yang berani mati buat Morgan?!!!” semua mata orang tertuju keJulia.
“Hentikan!!! Hentikan semua ini! Kalian Biadab! Pembunuh!” kata Morgan dan langsung menendang tangan pemimpi Anti Sm*sh itu berharap pistolnya jatuh. Akhirnya terjadilah pertarungan antara anak-anak Sm*sh membela diri dan beberapa body guard dari menajement Sm*sh. Memang perlawanan cukup berat padahal dengan jumlah orang yang hampir seimbang, dikarenakan para kelompok Anti Sm*sh itu membawa senjata. Kursi menjadi senjata mereka satu2. Piring dan ceramic lainnya berpecahan. Kondisi restoran menjadi ricuh berat. Konyolnya si pemilik restoran terus mencatat setiap barang2 restorannya yang dirusak dan dipecahkan oleh kejadian ini dengan nominal 2 kali lipat dari harga asli.
Aku yang dari tadi berusaha memaksa untuk masuk keruangan itu, tapi tidak bisa, karena dihalangi oleh dua orang Anti Sm*sh yang berbadan besar didepan pintu. Aku sangat khawatir dengan Julia. Sepertinya ini benar2 bukan team dari Sm*sh yang terjadi seperti kemarin. Sebab sangat tidak mungkin team Sm*sh membunuh para Fans mereka.
“Saya…!!!” teriak Julia membuat kericuhan itu berhenti memperhatikan dia.
“Tidak Julia… itu bukan dari team kami. Mereka semua Biadap! Aliran sesat.” Teriak morgan dari jauh dengan suara yang ngos-ngosan.
“Saya Siap… Saya sudah Siap mati untuk Morgan…” kata Julia sambil menangis, sepertinya dia sudah tau ini bukan team dari Sm*sh tapi dia benar2 serius berani mati dengan tantangan itu. Saat itu aku melihat pemimpin itu mulai mengarahkan pistol kearah Julia. Dengan sekuat tenaga aku menerobos masuk kedalamnya untuk memcegah hal itu. Entah bagaimana akhirnya aku berhasil masuk kedalam dan langsung menutupi tubuh Julia dan langsung berkata, “jangan bunuh dia…!”
“pergi kau… atau kamu yang akan mati anjing!” teriak salah satu Anti Sm*sh.
“aku tidak peduli… dimana mata kalian? Membunuh korban yang tidak berdosa. Kalian bukan Tuhan. Tidak berhak mengambil nyawa siapa pun” teriakku kesal sekali. Rasanya ingin aku bunuh mereka satu per satu.
“Mati kau anjing homo!!!” teriak pemimpin anti Sm*sh itu benar langsung mengarahkan pistolnya dan mulai menembakku.
DUARRRRRRRRRRR!!!!!!!!!!
Jesus I believe in you… gumamku saat itu. Sambil kurasakan percikan darah sampai ke wajahku hingga mengalir banyak sekali kebadan hingga kakiku. Tidak kurasakan rasa sakit sama sekali, aku terus memejamkan mata dan percaya Tuhan telah memegangku.
“Morgan!!!” teriak semua orang serentak membuatku sadar bahwa darah yang memercik kewajahku adalah darah Morgan, sahabat yang menyelamatkan nyawaku.
Tiba-tiba si penembak langsung dikeroyok oleh semua orang disitu yang membela SM*SH ini termasuk anggota sm*sh. Rafael langsung merebut pistolnya dari sipembunuh itu lalu menembakkan beberapa kali hingga orang itu tewas kaku bersimbah darah. Kemudian beberapa Anti Sm*sh yang berpakaian hitam juga ditembak Rafael ketika masih melakukan perlawanan melihat pemimpinnya tertambak. Akhirnya polisi datang dan mereka semua menyerah dan mereka semua dibawa kekantor polisi. Terkecuali kami berempat yaitu aku, Julia, manager Sm*sh dan Morgan segera melarikannya ke UGD rumah sakit terdekat.
Tembakan tepat dihatinya ini membuat Morgan koma selama berhari-hari. Dan ketika 1minggu koma dokter mengumumkan bahwa hati Morgan telah busuk dan tidak bisa bertahan lama, dokter mengusulkan keluarga mereka untuk membeli hati yang masih berdetak dan bergolongan darah yang sama diluar negeri, biasanya yang terdekat adalah singapura.
“Sungguh tidak adil ini terjadi kepada Morgan” kata manejernya ini didalam ruangan ICU ditempat Morgan berbaring. Julia yang masih menangis dengan mata bengkak menatap menejernya. Lalu aku juga ikut menatapnya. Diruang itu Cuma kami berempat termasuk morgan.
“Morgan Selalu berkorban apa pun untuk sahabatnya. Waktu SMA dia juga mengorbankan perasaan dia kepada seseorang yg dia cintai hingga detik ini untuk seorang sahabatnya disingkawang dulu. Dia ceritakan semuanya itu pada saya sambil menangis. Katanya, sebenarnya dia sangat mencintai sahabat kecilnya. Hanya saja dia mencintai orang yg sama dicintai oleh sahabatnya. Akhirnya dia memilih pergi. Kedua dia juga pernah mengorbankan wanita yang dia cintai kepada Rafael karna Rafael suka sama wanita itu. Namanya Putri(anggap aja episode CINTA CENAT CENUT episode masadepan yang terakhir). Sekarang dia malah mengorbankan nyawanya.” Cerita menajernya.
“sahabat kecilnya…” kataku binggung.
“saya juga ngga pernah tahu siapa orang itu. Sahabat yg fotonya masih tersimpan rapi didompetnya”
“itulah Morgan yang kukenal… dia selalu ingin membahagiakan orang lain. Meski terkadang kebahagian orang menyakitkan buat dia. Dia tetap melakukannya. Dia seperti ibunya.” kata Julia sambil masih tersesak tangis lalu menatapku dan melanjutkan katanya, “aku benar-benar tidak ingin Morgan mati… Yul…”
Ku peluk erat Julia” Morgan tidak akan mati Jul,,, percaya deh…. Tuhan tau yg terbaik untuk Morgan. Dia orang baik…”
Saya langsung pergi membuka lemari ruangan itu yg menyimpan celana Morgan yang terakhir pakai. Aku menarik sebuah dompet, lalu kubawa keluar ruangan. Kubuka pelan-pelan. Dan kulihat foto yang tersimpan didepan dompet adalah foto Julia yang berbaju kuning ketika SMP dulu, dengan catatan dibelakang foto itu tertulis, CINTA ITU HARUS BERKORBAN… TAK SELAMANYA CINTA HARUS MEMILIKI… I LOVE YOU FOREVER…
Aku baru menyadari semua ini. Ternyata aku salah menilai dia. Kenapa dia tidak pernah bilang kepadaku semua ini. Everything will be happy ending kalo saja kamu bilang sejak awal… aku juga bisa berkorban Morgan. Jika tau itu dari dulu… Julia mencintaimu… begitu juga kamu… kenapa masih memikirkanku? Aku bukanlah sahabat yang egois…
Aku duduk sendiri dibangku tunggu ruang pengambil dirumah sakit itu. Disitu gelap karena sudah malam dan tak ada satu orang pun, hanya ada tv yang menyala dengan suara yg memberitakan berita yg lagi heboh diberbagai infotaiment. Yang ku dengar adalah… Sm*sh telah resmi diBubarkan dan salah satu anggota Sm*sh masuk penjara karena membunuh. Sepertinya itu Rafael. Dan Morgan diberitakan telah meninggal dunia karena korban pembunuhan kemarin. Dan persatuan resmi Sm*shblast dan Anti Sm*sh juga akhirnya dibubarkan. Aku tersisak menangis sendiri mendengar semua itu. Bukan hanya aku tapi banyak sekali pengemar Sm*sh selurah Negara menangis mendengar berita itu.
Akhirnya karena tidak tahan melihat Julia menangis. Aku akhirnya pergi kesuatu ruangan kosong dirumah sakit itu. Aku ingin semua happy ending. Aku membawa sebuah pistol, ku tembakan peluru itu menembus kepalaku. Lalu tiba-tiba semuanya gelap dan hilang kesadaran. Tapi aku merasakan banyak sekali suster-suster atau pun dokter yang datang menyelamatkanku. Tapi rasanya aku mati rasa. Aku meninggalkan catatan kecil ditangan kiriku dan foto Julia yg dari dompet Morgan itu.
Lalu morgan akhirnya sembuh mendapatkan donor hati dariku. Akhirnya mereka kembali menjadi pasangan kekasih untuk selamanya seperti yang mereka inginkan. Dan tidak ada lagi didompet morgan foto kecil itu tetapi digantikannya catatan terakhirku yg masih memiliki bekas darah yg sudah kering, meski begitu catatan itu masih dapat dibaca dengan jelas dan terukir selamanya dihati Morgan dan Julia.
Catatan terakhit itu:
“JULIA… SAVED MY HEART…
I GIVE MY HEART FOR MORGAN…
I WILL LOVE YOU INSIDE FOREVER…”
Yulio…
Lemon Tree…
***HAPPY ENDING***
Senin, 31 Januari 2011
Bahagia itu...
Aku tidak tahu bagaimana rasanya bahagia...
Bukan ketika aku tertawa terbahak-bahak bersama teman2ku...
Bukan ketika aku tersenyum ke semua orang...
Bukan juga ketika aku bersenandung dan bernyanyi kegirangan...
Semua itu hanya sesaat.
Bahagia itu...
Mungkin...
ketika aku membuat semua teman2ku tertawa...
Membuat semua orang tersenyum...
Membuat keluargaku bernyanyi kegirangan...
Bahagiaku cuma ingin mereka bangga memiliki aku...
Tapi 21 Jan '11
aku belum bahagia...
Hmmm...
Harus berapa lama lagikah?
Atau...
Bukan ketika aku tertawa terbahak-bahak bersama teman2ku...
Bukan ketika aku tersenyum ke semua orang...
Bukan juga ketika aku bersenandung dan bernyanyi kegirangan...
Semua itu hanya sesaat.
Bahagia itu...
Mungkin...
ketika aku membuat semua teman2ku tertawa...
Membuat semua orang tersenyum...
Membuat keluargaku bernyanyi kegirangan...
Bahagiaku cuma ingin mereka bangga memiliki aku...
Tapi 21 Jan '11
aku belum bahagia...
Hmmm...
Harus berapa lama lagikah?
Atau...
Kamis, 23 September 2010
"THE SUPERMAMA IS MY SUPER HERO"
Kata-kata yang tersulit diungkapkan untuk Mama...
Handphoneku berdering dengan nada dering suara spongbob yang berbunyi, "kring... kring... kring... Patrick dengar aku, ini aku, Spongbob. aku butuh bantuanmu..." berulang sebanyak tiga kali. menyadarkanku dari lamunanku yg sedang stress memikirkan untuk mencari pekerjaan yg baru sambil mengenggam stick Gery Chocolatos yang baru sekali ku gigit. Entah kenapa beberapa minggu belangkang ini aku selalu merasa kaget dan takut ketika hpku sendiri berdering. aku bahkan seperti seseorang tersangka yang telah membunuh orang saja pada saat itu. tapi yang kutakut bukanlah takut akan ditelepon polisi, pihak penyelidik atau pun keluarga korban dalam sebuah kasus pembunuhan.
Tapi, karna aku bosan dengan pekerjaanku yang terlalu banyak dan memusingkan, juga sejumlah masalah keluargaku dikampung. aku tau handphone yang berdering ini pasti akan menambahkan satu masalah lagi buatku. sebelum ku lihat siapa nama org sedang memanggilku aku sudah menduga itu pasti bos ku yg mungkin mau memarahiku karna beberapa hari ini kerjaanku tak becus, atau custumer langgananku yg akan menanyakan harga barang atau komplenan produk dari toko-toko terdekat atau kalo enggak ibuku yang meminta duit.
segera ku lihat nama dihandphone yg terletak diatas meja kerjaku.
"The supermama is my super hero" (itu adalah nama ibuku untuk nomornya dihandphoneku yang ku save sejak SMP dulu, karna dulu dia superhero buatku)
Salah satu dugaanku benar...
duit... pasti duit pikir ku...
aku malas mengangkat telepon mama ku hingga ku biarkan panggilan itu terputus sendirinya. lalu kembali berdering lagi
"kring... kring... kring... Patrick dengar aku, ini aku, Spongbob. aku butuh bantuanmu..." lalu kuangkat dengan terpaksa.
"halo..."sapa ibuku dalam telepon itu.
"halo..." jawabku.
"poe..." panggil ibuku menyebut nama panggilanku.
"ya ma...”
“kamu masih ingatkan uang kontrakan toko kita kemarin masih sisa 5juta. kata tuan rumahnya bulan depan harus bayar semuanya"
"hah... bulan depan ya? ya udah..." kataku tak punya pilihan karna kutau itu kewajibanku untuk membayarnya sesuai perjanjiannya memang aku harus membayar sisa kontrakan itu setelah 6bulan kontrak yang sebelumnya telah kubayar dimuka 10juta.
"oh iya... uang sembayang kubur yang kamu kirim minggu kemarin udah mama pake buat sembayang kubur papamu dan upacara 100 hari kematian koko kamu. itu pun ga cukup. mama tambahin pake uang mama sendiri... kamu tau sendiri lah... sampai2 uang mama juga habis" jelas ibuku. aku hanya sesekali meng iyakan apa yg dikatakannya.
"ya udah... oh ya ma, itu uang bikin nisan kuburan masih kurang 3jutaan kan? nanti saja ya poe pikirkan..." kataku sedikit kecewa, karna uang yang seharusnya kukirimkan bulan ini adalah uang untuk membangun kuburan koko (panggilan untuk saudara laki-laki dikeluarga tionghua), yang arsitekturnya dipilih oleh mamaku. padahal masih ada pilihan untuk batu nisan yang lebih murah, tapi mamaku malah memilih yg lebih baik meski lebih mahal untuk orang yang sudah mati. bagiku orang yang sudah mati, apa pun sudah tidak ada dan ikut mati. tapi pemikiran mamaku yang keras itu berbeda. dia bilang kita harus mempersembahkan yg terbaik untuk terakhir kalinya kepada orang kita sayangi. iya sih.., kalo keluarga kami keluarga yang kaya. Tapi kan kami orang miskin. sudah sering kusuruh dia pilih nisan yang paling murah saja sesuai ekonomi kita. tapi mamaku yg keras kepala tetap pendiriannya.
"poe..."kata ibuku.
“Apa?” Tanyaku kesal.
“mama sekarang lagi butuh uang 1.5jt nieh… buat pembayaran listrik kita yg udah tertunda selama 3 bulan berturut-turut”
“aduh… makanya pembayaran listrik jangan ditunda-tunda sampe numpuk gitu… aku mana ada duit segitu. Kan duitnya abis kirim kemarin”
“aduh kalo mama ga bayar setelah 3 bulan, ntar lampu kita bisa dicabut PLN loe…! Ntar gimana rental bylliard kita?”
“sapa suruh mama ga bayar per bulan. masa mama buka meja Bylliard ga bisa usahain bayar listrik sih… masa mau semuanya poe yang tanggung?”
“ya ampun… masa kamu ga bisa tau pengeluaran mama, adek kamu mau makan, abang kamu mau makan. Itu juga pas-pasan buat makan dan belanjaan rumah.”
“aduh…mending ga usah tlep poe deh…
Poe ga tau mesti gimana lagi… poe belum gajian dan gak punya uang!”
“atau kalau ngga ada 1,5 jt. 1jt aja juga ga apa-apa… tolong usahain pinjamin buat mama dunk… pinjam ama bos kamu aja dulu… atau siapa kek! Mama udah janji ama tukang nagih listrik soalnya.”
“mank pinjam duit ama orang ga usah bayar? Poe ga mau! Ntar juga gaji poe yang dipotong. Poe ga tau ah… mama pikir sendiri ajah…” aku langsung menutup telepon itu dan langsung menon-aktifkan handphoneku itu, lalu kulemparkan handphone ke tumpukan kertas bon diatas mejaku, lalu kulanjutkan gigitanku berikutnya pada cemilan Gery Chocolatosku dengam muka yang gosong.
Aku sangat kesal setengah mati dengan keadaan seperti sekarang ini. Rasanya aku ingin teriak sekencang-kencangnya.
Kenapa mamaku tidak bisa berpikir seberapa besarkah gajiku...
Kenapa permintaan dia selalu lebih besar melebihi gaji yang aku dapatkan?
Tidakkah dia tahu bahwa aku juga perlu uang untuk keperluanku sendiri.
Sudah beberapa kali aku cashbon uang dengan bos aku hanya buat keperluan keluargaku. Dengan cara pembayaran cicil setiap bulan gajiku dipotong untuk sedikit demi sedikit melunasi utangku oleh bos.
Tidak pernahkan dia menelpolku bukan hanya untuk keperluan uang, uang dan uang…
Konsentrasiku sudah tidak ada lagi dalam kerjaanku. Bahkan ada beberapa langgananku menanyakan harga produk aku mengacuhkannya. Rasanya aku ingin sendiri dalam sebuah ruangan putih terang agar aku bisa menenangkan jiwa dan pikiranku hingga kembali normal.
Aku sudah hidup dalam keadaan yang tidak normal ini,
Aku seperti orang yang menderita penyakit Stress Ganas stadium 4.
Oh tuhan sembuhkan aku,…
Aku benci keadaan ini…
Tapi aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku, pada hal rasanya aku sudah tidak tahan duduk ditempat kerjaku yang berisik dan penuh keramaian mall. Tapi rekan-rekan kerjaku selalu memahamiku, jikalau aku lagi dalam masalah aku bahkan tak mau diganggu, biasanya mereka yang sedikit saja bertanya padaku disaat seperti ini maka mereka akan mendapatkan jawaban yang sangat tidak memuaskan.
Yaitu aku akan memarah-marahi mereka dengan teriakan keras. Mereka bahkan sudah hafal tanda-tanda sebelum penyakitku kambuh, mereka akan berbisik seperti ini
“DANGER!!! DON’T DISTURB! LAGI JADI MACAN”
Kata mereka kata-kata itu tertulis dikeningku pada saat aku sedang emosi tingkat tinggi.
Emosi tingkat tinggi itu adalah kebiasaan terburukku yang ingin aku ubah. Tapi sungguh sulit, Aku seperti orang yang berdarah tinggi, pada saat emosi tidak bisa ada yang menggangguku, karna jika itu terjadi maka darahku langsung mendidih.
Tapi kali ini aku berusaha untuk mengendalikan emosiku ini dengan membuka situs internet yang ada dikomputer meja kerjaku. Tidak sengaja aku melihat blog penulis favoritku yaitu Agnes Davonar yang mengadakan lomba menulis cerpen dengan tema “1000 kisah tentang ibu”
Aku memang sangat suka menulis, Karna itu adalah bagian cita-citaku.
Tapi begitu aku melihat tema ibu, langsung membuatku malas untuk ikuti perlombaan ini. Pasti semua orang dapat menceritakan kehebatan dan kebaikan ibu mereka yang dapat mereka banggakan. Sedangkan ku tidak punya inspirasi sama sekali dengan ibuku untuk diceritakan. Mengingat ibuku saja sudah membuatku pusing.
Besok paginya aku berhenti bekerja,
Aku tidak mau berkerja ditempat itu lagi. Meski pun gajinya lumayan buatku, tapi yang aku tidak tahan adalah aku berkerja satu harian disitu setiap hari, 30 hari sebulan tanpa OFF atau libur. selain pusing dan rumit aku juga merasa capek yang amat sangat.
Aku ingin mencari pekerjaan lain, meski pun keputusan berhenti kerja yang terlalu cepat pada hal aku masih belum menemukan pekerjaan baru. Tapi sebenarnya aku sudah lama ingin menganti pekerjaan ini, sebab aku tidak cocok dan tidak menyukai pekerjaan sebagai Sales Produk yang sekalian accounting, dan sekali gus kepala toko yang bertanggung jawab atas semua keamanan produk dan karyawan disitu.
Aku masih meng-non-aktifkan handphone dan mengurungkan diri dikamar sampai beberapa hari, aku terus kupikirkan jalan keluar semua masalahku dengan terus menerus mengemil Stick Gery kesukaanku yang biasanya membuatku cepat menghilangkan stress.
Aku bahkan sekali-sekali teringat dengan ibuku yang pastinya akan terus menghubungi no handphoneku. Tapi aku tak peduli. Aku lelah memikirkan masalah uang yang sepertinya hanyalah jalan buntu buatku.
Ibu… ibuku…
Ibu… apa yang bisa aku ceritakan untuk suatu cerita yang menarik tentang ibu??? ibuku tidak seperti ibu-ibu temanku yang lain, ibu yang selalu memikirkan keperluan anaknya.
Ketika SMA aku bahkan selalu iri melihat ibu sahabat-sahabatku yang selalu mempedulikan keperluan sahabatku, bahkan dia peduli padaku seperti aku anaknya. Dia selalu menyuruhku makan, mandi dan menjaga kesehatanku. Dia perhatian kepadaku. Aku juga ingin memiliki ibu seperti itu, yang ramah, perhatian, dan rendah diri. Yang paling membuat aku iri adalah setiap kali hujan pada saat ketika pulang sekolah dulu, ketika semua teman-temanku dijemput oleh ibunya.
Ada ibu yang membawakan anaknya payung, ada yang menjemput dengan mobil, motor, ada yang dibawain jas hujan agar tubuh anak-anak mereka tidak kedinginan hingga sakit. Bahkan ketika hujan seperti ini semua handphone teman-temanku akan berdering yaitu panggilan dari orang tua mereka yang menyuruh anak mereka untuk tidak pulang dibawah hujan deras. Mereka satu per satu yang menunggu dicoridor halaman kelas, dijemput satu per satu, hingga akhirnya tinggal aku sendiri, aku tau memang tidak ada yang bisa kutunggu atau pun yang menjemputku. Tapi aku hanya ingin memperhatikan hangatnya kasih sayang mereka didinginnya hujan deras disore hari, hingga akhirnya aku pulang dibawah hujan deras yang sangat dingin itu yang terus berjatuhan membasahi tubuhku dan membekukan sel-sel darahku. Aku tau ibuku bukan tidak tahu hari sedang hujan, hanya saja ibuku tidak punya mobil yang hangat untuk menjemputku atau pun motor yang cepat agar aku cepat sampai dirumah, atau membawakan payung karna sekolahku lumayan jauh dari rumah.
Aku sadar keluargaku miskin…
Tapi minimal… tidak bisakah ibuku miss called 1 kali saja dihandphoneku pada saat itu… lupakah ibu denganku atau terlalu sibukkah dia.
Ibu ku adalah seseorang wanita yang sangat keras kepala, selalu merasa paling tua dan paling pengalaman, Kalau lagi ngomong selalu dia yang paling benar dan tidak mau kalah, satu lagi gengsi dia sangat besar. Dia tidak mau kelihat tidak bisa melakukan sesuatu. Dia selalu berani, meski pun dia tidak yakin bisa mengerjakan sesuatu, tapi kalau disuruh orang mengerjakan sesuatu dengan bayaran setimpal pasti dia bilang bisa, meski belum yakin dia tetap melakukannya sambil belajar.
Itulah keberanian dia yang mungkin bisa kubanggakan.
Selain itu ibuku adalah single parent yang sangat pekerja keras dan rajin untuk membesarkan semua saudara-saudaraku.
Tapi semua saudara-saudaraku juga merasakan hal yang sama sepertiku.
Tidak bisa melihat sifat mamaku yg keras kepala, boros, suka shopping kosmetik dan perhiasan mahal dan seringnya meminta uang kepada kami.
Aduh… bukannya kami sebagai anak-anaknya tidak sayang kepadanya. Tapi memang kami sendiri masih susah dalam memperjuangkan ekonomi kami masing-masing.
Aku pusing dengan masalah keluargaku, aku tidak suka pekerjaanku yang amat membuatku lelah dan pusing. Aku ingin menghentikan semua ini…
Aku bahkan tidak memiliki seorang sahabat atau pacar yang bisa mendengarkan keluh kesahku. jangankan pacaran, untuk biaya pengiriman uang buat keluargaku sudah amat membuatku tidak karuan. Untuk itulah aku belum memutuskan untuk pacaran.
Sebagai seorang pemuda yang berumur 20 tahun harusnya aku masih kuliah seperti teman2ku.
Tapi aku tidak seberuntung seperti yang lain. Mereka dapat kuliah karna orang tua mereka memang merencanakan dan menabung untuk biaya kuliah anak-anak mereka dari jauh-jauh hari. Sebab mereka tau biaya kuliah pada saat ini sudah sangat mahal.
Aku sangat ingin kuliah seperti mereka, bahkan teman-temanku yang punya uang kuliah saja masih banyak yang terpaksa kuliah karna kemauan orang tua mereka.
Sedangkan aku yang ingin sekali tapi malah harus bekerja dan merantau dikota besar asing yang jauh dari kampung halaman. Aku harus membanting tulang untuk sesuap nasip dihidupku. Dengan pekerjaan yang berresiko dan bertanggung jawab yang amat besar untuk anak seumuranku.
Menjadi tulang punggung keluarga ternyata memang sangat tidak enak, setelah ayahku meninggal 10 tahun yang lalu, memang kokoku yang terus berkerja untuk membantu ekonomi keluarga tapi setelah aku lulus SMA aku pun mulai berkerja bersama kokoku di satu tempat kerja yang sama. Kokokulah yang membawa aku berkerja disini. Kokoku keduaku ini adalah pahlawan yang selalu ingin aku banggakan, dulu ketika aku sekolah dia banyak membantu membiayaiku. Dialah yang selalu memnyadarkanku bahwa kami adalah orang tionghua miskin ketika aku lupa diri bergaul diantara teman-temanku yang kaya atau ketika aku meminta kokoku membelikan sesuatu. Dia sering menceritakan mimpi-mimpi dia untuk membawa keluarga kami keluar dari garis kemiskinan dan mengajakku untuk terus berkerja keras.
Awal itu….
Aku sangat bersemangat bekerja dangan dukungan kokoku disampingku setiap hari. Setiap bulan dia memberikan setengah gajinya kepadaku dan ditambah setengah gajiku untuk dikirim pulang kekampung yaitu untuk segala keperluan ibuku atau pun kontrakan.
Dia cerita banyak kepadaku, katanya dia mau terus bekerja hingga gajinya lebih besar lagi, nanti dia mau mengontrak rumah yang lebih besar dan mengajak adikku dan ibuku untuk tinggal bersama. Karna dia sangat ingin keluargaku berkumpul seperti dulu. Begitu juga inginku…
Kami berjuang disini untuk mimpi-mimpi itu.
Tapi Tuhan tidak memeluk mimpi kokoku itu, akhirnya setelah satu tahun kami bekerja sama. kokoku jatuh sakit hingga akhirnya dia harus pulang kampung dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Disana dia dirawat oleh ibuku.
Dia terkena penyakit flek paru-paru yang disebut Tubercolosis atau yang disebut TBC. Karena harus perawatan dan minum obat secara teratur selama lebih dari 6bulan-9bulan maka dia diharuskan untuk berhenti berkerja. Penyakit yang menyiksanya setiap hari, dia harus batuk-batuk setiap hari sampai dadanya sesak dan sakit, bahkan akhir-akhir itu batuknya sering mengeluarkan dahak darah.
Semenjak itu aku menjadi tulang punggung keluargaku dan berkerja sendiri, aku terus berdoa agar Tuhan cepat-cepat menyembuhkan kokoku. Dia masih sering menelponku dan berjanji untuk sembuh dan kembali melanjutkan mimpinya bersamaku. Karena hal yang terbesar yang ingin dia wujudkan adalah membahagiakan ibu kami.
Setelah setengah tahun dia sembuh total dan ketika dia memutuskan untuk datang kesini untuk berkerja, akhirnya ia jatuh sakit lagi hingga lebih parah, semakin hari kondisinya semakin mengkhawatirkan dan ternyata dia bukan hanya sakit tubercolosis tapi dia juga terinfeksi paru-paru dari akibat merokok yang disebut tumor paru-paru. Dan akhirnya 6 bulan dia bertahan dengan penyakit yang membuat seluruh tubuhnya sakit setiap hari, lalu ia pun meninggal dunia, baru sekitar 3 bulan yang lalu.
Koko yang selalu aku banggakan telah tiada, semangat kerjaku hilang, aku menjadi tidak menyukai pekerjaan, kehidupan, membenci masalahku dan mengugat Tuhan yang tak adil terhadap keluargaku. Sudah tahu keluargaku susah, bukannya sembuhkan kokoku eh malah ambil kokoku.
Ditempat kerja, pekerjaanku memang tampak santai disebuah toko swasta didalam gedung sebuah mall didepok.
Tapi tidak tau kenapa rasanya pekerjaanku membuat aku sibuk satu harian dengan tugas satu persatu yang harus diselesaikan. Kalau bisa digambarkan beban kepala yang ku bawa setiap hari seperti iklan sebuah rokok, pasti bebannya akan terlihat seperti balon yang sangat besar, kira-kira sebesar rumah. Yang membuat aku keberatan beban hingga kalau aku berjalan rasanya aku sendiri mau tertumbang.
Aku mau lari dari semua masalahku, tapi ketika aku singgah ketempat temanku sebentar, aku bertemu dengan seorang peramal yang katanya art phisycolog magic. Dia meramalku hanya dengan melihat tanda-tanda yang ada ditubuhku. Dari mukaku dia melihat banyak masalah yang sedang kupikirkan.
Dia pun menyarankanku agar aku tidak boleh ragu untuk mengambil keputusan, jika aku yakin dengan satu peluang bisnis, lakukanlah dengan serius, maka aku akan sukses disitu. Dan dia berkata tentang jodohku, katanya ada seorang wanita dewasa yang memperhatikanku tetapi aku tidak menanggapinya, itu tidaklah menjadi pikiranku, yang menjadi pikiranku adalah ketika dia menyuruhku membalikan badan dan melihat ada berapa taik lalat yang dibelakang leherku. Dia menghitungnya dan berkata.
“Kamu memikul 3 tanggungan keluarga dari 3 taik lalat dan menyuruhku untuk lebih giat bekerja”
“tidak bisakah tanggung jawab ini ku lepaskan? Lalu aku harus bagaimana pak?”Tanyaku serius.
“itu adalah takdir yang tidak bisa kita hindari… kamu harus lebih berkerja keras lagi untuk keluarga kamu” kara peramal itu terakhir.
setelah 3 hari akhirnya aku mencoba menghidupkan handphone dan mencoba menghubungi semua teman-temanku yang ada di jabodetabek untuk menanyakan pekerjaan. Satu per satu ku sms dengan harapan yang sangat besar untuk mendapatkan pekerjaan yang aku suka dan cocok. Tapi dari semua yang kuhubungi masih belum ada jawaban yang pasti untukku. Aku kembali memikirkan kira-kira siapa lagi yang bisa membantuku.
"kring... kring... kring... Patrick dengar aku, ini aku, Spongbob. aku butuh bantuanmu..." suara handphoneku kembali mengagetkanku. Sebuah panggilan lagi yang membuat aku phobia dengan handphoneku sendiri. Segera kulihat nama pemanggil tersebut. Ternyata lagi-lagi ibuku yang menelponku. Segera kureject panggilan itu dan ku non-aktifkan kembali handphoneku. Setelah itu aku tidak pernah mengaktifkan hpku lagi.
Aduh… mama, tidak bisakah kau membiarkanku tenang sedikit saja… hufh…
Sebenarnya selain takut ibuku menghubungiku, aku juga malas mengangkat telepon dari bosku yang kali-kali menanyakan alasan aku berhenti berkerja, padahal sebulumnya sudah sering kukatakan kepada dia bahwa pekerjaan itu terlalu berat untuk aku kerjakan sendiri tapi dia tidak mempedulikanku. Selain bosku juga ada customer atau pun langganan yang masih mengharapkan harga produk dariku.
Seminggu kemudian aku mendapatkan pekerjaan dari teman SMAku dibekasi sebagai sales ditoko kamera. Akhirnya aku pindah disana dengan pekerjaan baru. Rasanya hidupku lebih tenang, aku mau menjauh dari pekerjaan lama, dan jauh dari masalah keluargaku. Rasanya aku seperti hidup sebatang kara tanpa keluarga lagi. Minimal aku seperti terlahir kembali, aku lebih baik tidak punya keluarga saja dari pada ada tapi hanya membuatku repot saja.
Aku bisa hidup sendiri…
Aku akan memulai hidup yang baru…
2 minggu kemudian…
hidupku tenang, aku seperti baru saja keluar dari sebuah ruangan besar yang putih bersih dan terang.
Hatiku damai…
Aku sangat menikmati pekerjaan baruku, teman baruku.
Aku terus serius bekerja walau pun gajinya hanya 1/3 dari gaji lamaku…
Aku memulai lagi dari nol… nol besar.
Tapi ada yang aneh… Belakangan ini, aku sering batuk-batuk kecil. Aku sudah sering minum obat batuk yang teratur sesuai anjuran. Tapi malah batukku tambah parah. Sampai 2minggu ini aku sering batuk bertubi-tubi hingga dadaku sesak dan sakit. Akhirnya aku pun menanyakan ke dokter diklinik terdekat. Sepertinya aku punya penyakit parah, karna setelah meminum obat antibiotik dari dokter batukku tak kunjung sembuh dan malah sebaliknya, bahkan aku menjadi sering demam, Beberapa hari sembuh, beberapa hari lagi demam lagi. Aku tidak bisa bekerja dengan serius lagi, badanku lemah. Akhirnya dokter menyuruhku untuk ronsen dan periksa darah.
Aku tau sepertinya dokter curiga aku punya penyakit parah.
Semua gejala-gejala itu seperti gejala yang terjadi pada kokoku, aku takut tapi tidak tau harus menceritakan kepada siapa. Apakah ini Tumor Paru-paru… yang akan berakhiran dengan kematian.
Aku kembali merenung, ternyata sudah satu bulan aku memnon-aktifkan handphoneku. Aku meng-aktifkan handphone karna ingin menghubungi mama sahabatku yang mengganggapku anak, seolah aku telah terlupa dengan masalah sebelumnya. Tiba-tiba sebuah pesan masuk dari MY DEDEQ, itu adalah pesan adikqu yang berumur 14 tahun dan sudah duduk dibangku smp.
Pesannya berisi…
My dedeq: “hi, ko met mlm? Ckrg lagi paen nieh? Uda plg krj emank??? Cory yach calo uda ganggu…”
Terus aku pun membalasnya:”ngga… uda pulang koq! Dede sehat-sehat aja kan? Mank napa?”
“ga ap-ap coq… cm nny kbr ko n ngobrol ama ko azz wa…
bole ga neech…?? Uda kangen wa,,, hehehe…”
“boleh… hehehe… koq uda lama ga pernah maen facebook atau update status de?”
“mama ga izini de ke warnet wa…
ko, coq uda lma gaa tlf balix nieh?”
“lagi males mau tlep.ntar kalo uda ga malas biasa ko tlep koq.
Kalian bae2 aja kan? Dirumah ga ada masalah kan de?”
“kita si bae2 azz.. tp byk keadaan yg mndesak wa..
akhr-akhir ni mama agk kecewa ama ko wa.. soalnya ko uda brubah,,
ditlf ga angkt n ga mw ngmonk ama mama.. calo ad wktu tlf lah mama…
hibur mama, sprti dulu ko hibur mama!! Ko kan yg paling pndai hibur mama,,
mama byk pkiran wa.. jgn prnah kcewain mama ko… sekeras ap pun sikap ego mama,
tapi semua ne mama lakukan bt anak-anakny..
ingat yach ko calo ad waktu tlf n hibur lah mama...!!”
air mataku tiba-tiba saja mengalir, aku benar-benar sedih dan baru menyadari ternyata selama ini aku sudah mengecewakan mamaku. Pasti dia terus menerus menelfonku selama sebulan ini. Padahal selama ini Cuma aku satu-satunya orang yang bisa menghibur mamaku setiap saat ketika dia sedih dan menangis. Siapakah yang akan menghiburnya ketika aku yang membuat dia menangis?
Lalu, aku membalas kembali sms adikku itu.
“ok! Thx ya uda kasih tau koko. Lu pasti sedih ya dgr mama ngomel mulu?”
“yach… bgtu lah… kita kan tau sikap mama kayak gimana…
Tapi deq malah senank masih ad mama yg marah deq terus2an, calo ga, deq jg ga tw bakal jd apa wa… tapi kadang kesal jg sih… hehehehe ;*) ”
Aku terus menangis karna merasa telah membuat ibuku sedih. Padahal aku tau sudah banyak penderitaan mamaku.
Dimana janjiku kepada kokoku untuk menlanjutkan mimpinya yaitu untuk membahagiakan ibuku? Aku menyesal ibu… maafkan kami anak-anakmu yang selalu membuatmu susah, disaat kamu memperjuangkan kebahagiaan untuk kami.
Tiba-tiba adikku kembali mengirimkan sebuah SMS baru yang berpesan:
“koko… koko masih ingatkan kakek pernah cerita… waktu dulu ketika koko masih bayi, ketika keluarga kita sedang susah dan ada seorang yang kaya yang datang untuk membeli koko bayi, bahkan papa hendak menjual koko karna merasa terlalu banyak anak dan tidak punya uang. Tapi mama malah bela-belain agar papa tidak menjual koko, hingga mama memberikan kalung emas kesayangan dia hasil kerja kerasnya untuk papa jual dan dijadikan duit untuk keperluan sehari-hari waktu itu, bahkan semua saudara kita iri terhadap koko, karna kamu pernah dihargai mama sejak kecil dan dipertahankan. Koko mama sayang kamu…”
aku langsung teringat ketika aku masih SMP ketika kakek menceritakan hal tersebut dan sejak itulah aku memulai menyimpan nomor hp ibuku dengan sebutan The SUPERMAMA is my Superhero di hp jadulku dulu hingga saat ini.
Kenapa aku melupakan pengorbanan ibuku yang begitu besar terhadap hidupku.
Mengapa aku baru sadar saat ini, tiba-tiba aku merasa kangen yang amat besar dengan ibuku.
Aku tidak boleh membiarkan perang dingin ini terus berkepanjangan.
Aku harusnya bersyukur masih punya ibu, Masih banyak teman-temanku yang tak memiliki kasih seorang ibu, aku benar-benar tidak bisa bayangkan kalau-kalau aku tak punya ibu lagi.
Kemanakah aku harus mencari…
Ibu adalah orang pertama yang tidak merasa jijik ketika mencuci tubuh kita disaat kita baru terlahir didunia ini. Dan dia tidak pernah takut untuk mengambil kotoran kita yang berserakan dengan tangannya sendiri bahkan ketika kita dewasa ibu masih melakukan hal seperti itu. Aku ingat ketika kokoku sakit tumor, hingga dia tidak mampu lagi berjalan. Ibuku yang mengendongnya ketoilet. Dan jika kokoku membuang air besar ditempat tidur, mamaku juga yang membersihkan pantatnya dan membersihkan tempat tidurnya hingga kembali bersih. Meski pun kadang sambil ngoceh-ngoceh, tapi dia tetap melakukan semua itu tanpa mengeluh sedikit pun. Aku saja sebagai saudara masih merasa jijik untuk melakukan hal tersebut. Dia yang selalu menyemangati kokoku untuk makan dan minum ketika kokoku sudah tidak memiliki nafsu makan lagi, Ibuku selalu berusaha untuk membuat dia kuat dan bertahan, Dia bisa membuat makanan apa saja yang diminta kokoku.
Meski kadang dia sendiri sering menangis melihat kesakitan kokoku.
Didunia tidak ada seorang pun yang mau merawat kita ketika kita sudah tak berdaya. Tidak itu seorang teman, sahabat, saudara, atau pun orang tua angkat. Hanya seorang ibu yang membesarkan kita. Sudah tak terhitung penderitaan ibuku, sejak dulu dia selalu memimpikan hidup yang lebih baik, keluar dari garis kemiskinan, tapi bahkan kami belum bisa memberikan apa-apa untuk dia. Sungguh tidak pantas bila aku mengecewakan ibu padahal dia dulu sudah banyak memberikan apa yang aku butuhkan.
Jangan sampai ketika kita sehat, kita melupakan dia, pada akhirnya ketika kita terjatuh sakit parah, semuanya kembali kedia, ibu…
Sumber hidup kita…
Harusnya aku bisa menerima semua kelebihan dan kekurangan ibuku…
Didunia ini tidak adalah ibu yang sempurna…
Aku ingat waktu kecil ibuku sering menceritakan kisah nyata orang zaman dulu…
Ibuku selalu mengingatkanku cerita ini…
Pada zaman itu ada seorang anak kecil yang selalu diejek oleh teman-temannya karna ibu anak itu adalah seorang pelacur.
Anak itu selalu malu untuk berjalan dengan ibunya, bahkan malu mengakui ke teman-temannya kalau wanita itu ibunya.
Tapi setelah seorang biksu yang mengenal ibunya ini menjelaskan kepadanya, bahwa ibunya bekerja sebagai pelacur itu adalah untuk membiayai hidup anaknya. Kadang-kadang pelacur bertahan bukan karena itu pilihan… tapi karna dia tak punya pilihan… dan itulah yang terpilih dalam hidupnya. Apa pun itu pekerjaan ibu kita, siapa pun itu, bagaimana pun sifatnya, Dia tetap ibu yang melahirkan dan mencintai kita dengan tulus. Sekali pun dia pelacur atau pun pengemis atau seburuk apapun, Dia tetap lah ibu kita.
Sesungguhnya tidak ada seorang pelacur yang mau anaknya nanti menjadi seperti dirinya… untuk itu mereka berjuang untuk menyekolahkan anaknya supaya nanti mereka berguna…
Mereka melakukan apa yang mereka bisa lakukan untuk membesarkan anaknya.
Bagaimana pun kita tetap harus berkata jika diposisi yang sama: “Pelacur itu… ibuku…”
Demikian pula anak itu berkata ketika temannya mengejeknya dan akhirnya tidak ada lagi yang mengejeknya karena dia sudah tidak malu dan menerima semua kelebihan dan kekurangan ibunya.
Aku tidak bisa bayangan kalau aku sakit nanti tanpa ibu, Pasti ibuku akan kembali menderita lagi. Aku tidak ingin menyakitinya lagi. Jika nanti aku sakit dan akhirnya mati. Aku ingin membuat dia bahagia dan tertawa.
Ibu… mungkin hidup hanya sekali dan tak akan lama, aku berjanji mau sungguh-sungguh berkerja dan tidak banyak mengeluh untuk memberikan ibu masa depan yang baik. Agar ibu tidak susah lagi membayar semua hutang-hutang itu.
Aku tidak mau terlambat seperti yang terjadi pada koko. Aku mau sembuh dan tetap bersamamu…
Aku pasti bisa.
Aku ingin menelfon ibuku untuk mencoba mengucapkan kata maaf. Kata maaf dalam budaya tionghua dalam bahasa hakka kek sungguh sangat susah untuk di ucapkan. Bahkan aku hampir tidak pernah mendengar warga Kek yang ada disekitarku mengucapkan kata maaf kepada sesama warga Kek dikalimantan, selakau. Bahasa hakka kek merupakan satu-satunya bahasa yang sangat kasar diantara bahasa tionghua lainnya, seperti bahasa batak di Indonesia.
Mungkin tidak ada kata maaf dalam bahasa kek, warga-warga hakka kek disana tumbuh dengan bahasa sehari-hari yang kasar, bahkan orang-orang tua disana merasa hal yang biasa, mengunakan bahasa kotor untuk memarahi anak-anak mereka, mungkin mereka kurang menerima logat lembut dilingkungannya, kecuali didalam pendidikan formal disekolah. Bila mereka melakukan kesalahan, paling mereka hanya bisa berkata “Eng ti theu” yang artinya tidak sengaja atau pun kata “Tui Eng Chu” yang berarti merasa tidak enak. Itu pun sangat jarang, kecuali ada yang tersinggung dengan kesalahan orang tersebut dan kecuali orang tersebut tidak mau menyelesaikan kesalahan dengan tindakan kekerasan. Sebenarnya kata minta maaf itu ada, dan pernah kudengar dari orang tua yang amat mahir menguasai bahasa hakka asli. Yaitu kata “Chiang nyian liong” yang terdiri dari 2 kata yaitu Chiang yang berarti Mohon dan Nyian Liong yang berarti Maaf, jadi kedua kata itu digabungan berarti meminta maaf.
Ada satu kata lagi yang paling sulit untuk disampaikan dalam bahasa kek. Kita akan canggung atau pun merasa aneh jika mengucapkan kata itu dalam bahasa kek. Sesulit seperti seorang ibu merasa takut dan kesakitan melahirkankan anak pertamanya. Tetapi setelah itu dia akan merasakan rasa bahagia yang tak terkira. Itu adalah pengungkapan kata aku sayang kamu dalam bahasa kek. Dalam bahasa Indonesia kita tahu kata sayang itu lebih mudah dikatakan dari pada kata cinta dan begitu juga mempraktekannya, kita pasti memulai sayang dulu dan setelah itu baru bisa Cinta. Tetapi kebalikannya dalam bahasa kami, kata ngai Oi nyi(aku cinta kamu) lebih mudah diucapkan dari pada ngai siak nyi(aku sayang kamu). Sebab kata cinta itu berarti komitmen, yang diambil dari kata dasar Oi (cinta) yang sebenarnya berarti Mau.
Jadi kita baru bisa mengucapkan kata sayang setelah kita berkomitmen untuk mau(cinta). Tapi bagi warga tionghua remaja zaman ibuku, mereka tidak mengenal kata cinta karena pada zaman dahulu selain dijodohkan mereka pacaran tanpa mengucapkan kata pengungkapan cinta. Mereka pacaran, menikah lalu mempunyai anak, Begitu seterusnya. Makanya kata SIAK itu sulit untuk dikatakan oleh warga kami. Bahkan remaja hakka kek pada saat ini mengungkap kata cinta mengunakan bahasa Indonesia. Seperti warga Indonesia mengungkapkan kata cinta mereka dengan bahasa inggris agar terkesan lebih romantis.
Padahal sebenarnya jika kita mengungkapkan kata cinta dengan bahasa daerah kita sendiri jauh lebih bermakna dan romantis, karena kata itu memang terlalu sulit untuk dikatakan. Tapi bahkan aku sendiri gengsi untuk mengunakan kata maaf dan cinta dalam bahasa kek.
Hehehehee…
Aku mengambil handphone sambil duduk bersila menghubungin ibuku, aku berpikir pasti dia belum tertidur jam segini, karna biasanya jam seperti ini dia sedang menjaga rental meja bylliardnya dirumah.
Ketika mulai terdengar suara ‘tuut… tuut… tuuut…’ yang berarti panggilan telah tersambung, aku mulai meragu untuk menghubungi ibuku. Karna benakku terus berkata.
Aku harus memulai bicara dari mana…
Bagaimana aku harus mengatakan kata maaf…
Apakah dia akan marah padaku?
Ataukah dia tidak mau mengangkat telfonku seperti aku tidak mau mengangkat telfonnya.
“halo…” tiba-tiba jawaban panggilan itu mengagetkanku.
“halooo…” ulang suara ibuku.
Aku terdiam tak berkutik.
“halooo… halo!” ulangnya sekali lagi
aku masih tidak tahu harus berkata apa, padahal aku yang salah tapi malah aku yang takut untuk memulai berkata.
“poe…”panggilnya.
“iya ma…” jawabku.
“kenapa poe”
“mama belum tidur? Ngapain?”
“belum… lagi jaga byliard. Beberapa hari ini rame. Terus akhirnya mama berhasil kumpulin duit untuk bayar tagihan listrik itu.”
“oh…” jawabku simpel sambil berkata dalam hati, syukurlah…
“mama pikir kamu lagi sakit atau marah ama mama ditlep ga diangkat…”
“kemarin lagi pusing aja, ma” sambil berpikir bagaimana memulai mengucapkan kata maaf. Rasanya sangat gengsi seperti disuruh guru maju kepapan tulis sebagai murid pertama yang membacakan pantun.
“poe udah makan?”
“udah ma… barusan… hmmm… mama sehat-sehat aja kan?” sambil berpikir
“…..hmmm… sehat koq… hmm..” ibuku juga berpikiran kosong, sepertinya ingin menyampaikan sesuatu.
“poe…” lanjut ibuku…
“poe…” ulang ibuku
“iya ma…”
“hmm… uda mamdi belum? Hmm…”
“belum ma… nie lagi mau… poe mandi dulu ya…?” kataku buru-buru karna aku mengurungkan niatku untuk meminta maaf. Ternyata meminta maaf itu sungguh susah. Apalagi mesti minta maaf dalam bahasa daerahku. Tapi nggak apa-apa… toh aku udah telfon ibuku… seorang ibu akan selalu memaafkan anaknya meski kata maaf tanpa terucap dibibir kita. Iya kan? Yang penting aku udah hubungin ibuku.
“oh iya, ya udah!” kata ibuku pasrah, sepertinya masih ada sesuatu yang belum dikatakannya.
Aku sungguh bersyukur telah disadarkan oleh pesan adikku itu.
Ternyata masih banyak kelebihan ibuku yang bisa kubanggakan…
Ibuku adalah wanita yang suka berdandan dan shopping karna dia adalah wanita yang paling cantik sedunia untukku…
Dia memang bawel tapi dia adalah orang nomor satu yang akan selalu memperhatikanku.
Dia memang keras kepala tetapi kekerasan itu membuat dia punya pendirian yang sangat kuat.
Dia bisa melakukan banyak hal… dia itu berani…
Meski pun sejak 10tahun yang lalu ketika ayahku meninggal, ibuku tidak pernah memiliki pekerjaan yang tetap karna usaha salonnya sepi dan menjahit baju tidak lagi laku dipasaran. Tapi dia tetap bisa membesarkan kami sampai saat ini. Hanya dengan menjadi pembantu rumah tangga cadangan dirumah teman2nya yang kaya ketika pembantunya sedang mudik, atau menjadi pembantu yang membantu merawat dan melayani orang baru melahirkan selama kontrak habis(kontrak biasanya hanya 1bulan), atau menjadi koki diacara pernikahan-pernikahan dikampungku.
Karna masakan mamaku memang paling enak sejagad raya…
Kami tumbuh tanpa pernah kelaparan… meski pun kadang sayur kami apa adanya, tapi kalau ibuku yang masak pasti enaknya luar biasa.
Ah… tiba-tiba aku juga jadi kangen dengan masakan ibuku…
My mom is everything…
My supermama is a superhero…
Tiba-tiba handphoneku kembali mendapatkan panggilan dari dokter yang kemarin aku kunjungi dan dia berkata, “ menurut hasil Ronsen dan test darah kemarin, ternyata kamu hanya batuk biasa yang disebabkan panas dalam yang terlalu parah, pikiran yang terlalu berat dan kelelahan fisik. Jadi saya sarankan sebaiknya untuk meneruskan obat antibiotiknya sampai sembuh dan mengkonsumsi makanan yang sehat dan istirahat yang cukup dan teratur”
“itu aja dokter?” kataku girang hampir tak percaya. Ternyata selama ini aku terlalu negative thinking terhadap kesehatanku.
“iya… karna tidak ada flek apa-apa dibagian paru-paru atau bagian lainnya, tapi kalau kamu terus membiarkannya penyakit kamu bisa tambah parah dan berkemungkinan kanker loe…”
“ok.. terima kasih dokter, aku mau sembuh buat ibuku… besok aku akan segera ambil obat dokter”
aku tau sakit ini adalah peringatan Tuhan untukku bahwa aku tidak bisa hidup sendiri tanpa keluarga saat ini.
ternyata… hidup itu indah kawan… kalo kita benar-benar bersyukur dengan apa dan siapa yang kita miliki hari ini. Terimakasih Tuhan… terima kasih mama… terima kasih koko… terima kasih dede…
dan untuk semua yang telah memberikanku hari ini…
aku segera menelfon ibuku kembali… tanpa rasa ragu-ragu lagi aku berkata,
“ma… Chiang nyian liong poe ya? Karna kemarin udah marah-marah.”
“ga usah dipikirin… emank kamu udah mandi?”
“belum…, hahahaha… (aku dan ibuku tertawa terbahak-bahak, lalu aku berhenti tertawa dan mencoba serius kembali) mama ngai SIAK nyi…”
“apa…?”
“ngai Siak nyie….”
“aPAAA??!!!” teriak ibuku sepertinya mengejek.
“enggak ah…”
“mama saranghaeo juga poe… hehehe…”kata ibuku dalam bahasa korea yang berarti mama cinta kamu juga poe.
“ih… mama bisa bahasa korea juga skrg…”tanyaku senang setelah mendengarnya, karna selama ini aku tidak pernah mendengarkan kata cinta dari ibuku selama 20tahun ini, atau pun sebaliknya.
“iya donk… temen-temen mama kan banyak yang dari korea,… terus kemarin mama dibeliin tas dari korea, bagus deh…” mamaku mulai memamerkannya.
“di beliin atau beli sendiri…”
“hehehe…”
“oh ya… tadi mama kayaknya mau ngomonk sesuatu… ada apa ma?”
“tapi kamu jangan marah ya…?”
“kenapa? Minta duit lagi ya?”
“iya… hehehe… 200.000 aja… lagi perlu nie… please…”
“okelah… tar ditransfer.” Mukaku yg tadi tersenyum menjadi sedikit cemberut,
tapi didalam lubuk hatiku yang paling dalam aku bahagia tak terkira setelah mengucapkan kata SIAK(sayang) itu… perasaan yang sangat menyenangkan seperti baru saja mempunyai adik baru…
Hehehe…
Meski pun ibuku tak pernah berubah… tapi itulah dia yang aku SIAK…
Lebih dari cinta apapun didunia ini.
***HAPPY ENDING***
Minggu, 12 September 2010
Sabtu, 11 September 2010
Life is Beautiful... isn't it?

baca ini dan Temukan Sebuah Rahasia...
catatan liburan diakhir tahun... :)
Kamis, 9 Sept 2010. hari itu adalah hari terakhir dibulan puasa. yang artinya besok adalah hari kemenangan umat islam. alangkah senangnya hatiku pada saat itu. meski pun aku bukan umat islam, tapi aku boleh berbangga akan datangnya hari2 yang ditunggu umat islam. bukan hanya karna hari bermaaf-maafan, tetapi juga hari liburku sebagai seorang karyawan swasta pada sebuah toko didepok. wajar saja aku amat senang dengan hari liburku yg meski pun hanya 2 hari berturut-turut. sebab dalam setahun bekerja aku hanya diperbolehkan libur 3hari dalam setahun, yaitu pada saat hari Imlek pertama, dan hari lebaran yg pertama dan kedua. rencana memang 2hari kedepan saya mau berlibur ke arum jeram sukabumi bersama teman-teman kerja. tapi batal karna mobilnya telah habis dirental orang, Bos ku juga sempat mengajakku liburan ke pantai anyer dan nginap divilla ditepi pantai, indahnya tidur diantara suara ombak yang bergulung... bayangku. tapi hal seperti itu ku tolak karna sudah aku alami di liburan lebaran 2 tahun yg lalu berturut-turut. ajak-ajakan temen2 SMA ku dulu adalah liburan kebandung, itu juga kutolak karna liburan dibandung pernah aku rasakan. menurutku tempat liburan yg pernah aku datangi dan rasakan, cukup sekali saja. kedua kalinya bearti saya menyia-nyiakan waktuku.
aku pun memutuskan untuk istirahat secukupnya dirumah saja, dengan menonton film2 horror n comedy yg masih setumpuk belum sempat ku tonton karna sibuk kerja setiap hari. sambil ngemil, makan tidur, n online dilaptop... oh... indahnya duniaku sendiri selama 2 hari tidak ada yang akan menggangguku. karna selama 2tahun berkerja ini kurasakan hidupku tidak tenang karna setiap hari selalu diganggu oleh keramaian, suara tlep dan kebisingan kota.
pagi itu aku memdapat chat dari julian yg berkerja di jakarta sebagai designer merek dan logo disebuah kantor. julian itu adalah temen sekelasku yg dulunya sering berkumpul dengan geng anak kelasku termasuk aku. he's a smart one in informatika komputer.
"po gw didepok nie... toko lue dimana?" isi chat julian lewat chat facebook.
"oh toko gw dilantai 2, Star Cell. lu dimana?" balasku.
"oke... bentar lagi gw ke atas ya..."
"yupz..." jawabku simpel karna hari itu aku sangat sibuk sekali, oh ya... aku ingat kemarinnya itu. teman lamaku yang bernama suhardi juga ingin datang maen ketempatku, katanya setelah singgah ketoko bosnya yang juga terletak dalam gedung yg sama. mungkin mereka mau reuni denganku diliburan ini pikirku.
Suhardi adalah teman jaman aku SMA dulu yang juga sering ngumpul bareng ketika masih dikampungku, singkawang, Borneo. dia adalah orang yang paling berantakan menurutku, selain gila bisnis MLM wktu itu. dia membuat semua teman kumpul kami masuk kdalam bisnis aliran sesat itu, yang membesar2kan mimpi mereka untuk terus menjadi orang gila yg terus menerus bercerita tentang bisnis ini dimana pun mereka bertemu yg namanya manusia. kalo saja kambing bisa mendengar apa yg mereka katakan. pasti rencana prospek kambing juga mereka lakukan. dia pernah prospek aku seperti aku seekor kambing, dia terus menerus berkokok dan aku hanya diam mendengarkan sambil memakan rumput(nasi, hehehe). sudah aku katakan aku tidak akan tertarik untuk jatuh kedalam bisnis ini.
lalu aku menolak dan bilang: "mimpiku adalah untuk menjadi seorang Seniman... dan Tidak dalam bisnis"
tidak tau apa aku yang gila seni, atau dia yang gila.
sejak hari itu dia selalu menyebut aku dengan sebutan seniman didepan semua teman2 kumpulku. sejak saat itu aku sangat kesel mendengar namanya hingga sampai saat ini.
hari ini dia mau datang menemuiku, sudahlah... pikirku...
toh itu semua sudah 3 tahun yang lalu.
tidak lama kemudian julian datang menyapaku dari belakang, dan kulihat dia bersama si gila MLM itu.
"apo..." sapa mereka seperti sangat senang melihatku.
"halo... my mate... julian n suhardi..." sambil menjabat tangan mereka yg sepertinya tambah besar genggaman mereka.
"kalian tambah gemukan aja..."kataku sambil kami menuju ke foodcourd dan duduk disebuah meja yg disekelilingnya meja2 kosong. serasa ditengah foodcourd itu hanya ada kami bertiga. kami terus mengobrol.
kata suhardi," Hidup ini Indah poe. kalo mau gemuk yg penting ga ada beban pikiran..."
good point... kata pembuka yg sangat menarik buatku...
sepanjang pembicaraan itu, aku terus ingin mendengarkan apa yang mereka katakan tentang hidup dan cara pandang sukses mereka yg sudah sangat beda dengan 3 tahun yg lalu.
setiap pertanyaanku dan keluh kesahku dengan pekerjaanku, hidupku dan semua masalah telah dijawab dan diuraikan oleh suhardi. dia sudah menjadi mario teguh saja waktu. berbicara padanya terus membuatku untuk terus bersemangat dalam menjalani hidup yg telah lama membuatku Bosan. kalau ada tau Mario Teguh bearti anda bisa mengambarkan semangat baru temanku.
"Hmmm... ada bisnis apa ini? tumben?" kataku.
"wah... jangan memandang aku seperti itu... Hidupku telah berubah" sahut Suhardi karna melihat aku masih menilainya seperti dulu.
karna sebuah buku yang sangat Hebat, Suhardi memberitahuku Rahasia itu.
Pada malam itu pacar Suhardi membelikan hardi buku The Secret, Karya Rhonda Byrne. tapi suhardi tidak membacanya karna memang dia tidak tertarik untuk membaca buku. baca buku bukanlah karakter dia. karakter yg cocok buat dia adalah maen game online atau mabuk2kan bersama teman2nya. buku itu hanya ditaruhnya di meja kamarnya saja.
tapi pada malam itu ketika dia pulang dengan motor yang baru dia beli tidak lama ini. mungkin sedikit mabuk ketika dia mau menyebrang jalan raya depan rumahnya itu. ada sebuah mobil yg menabraknya. padahal ketika itu dia tidak melihat apa2. ketika dia sadar mobil itu menabraknya dia berusaha meng-gas motornya dan maju dengan cepat. sehingga tabrakan itu hanya menabrak bagian belakang motornya dan ia terjatuh dan pingsan. tapi Suhardi masih bersyukur ketika dia menceritakan kejadian itu. kalau saja pada saat itu dia tidak berusaha untuk meng-gas maju motornya. mungkin dia sudah tewas dengan tubuhnya hancur.
kecelakaan itu membuat dia harus berbaring selama 2 minggu drmh sakit.
kokonya Suhardi pulang dan melihat didalam kamar Suhardi, ia menemukan sebuah buku milik Suhardi. "The Secret"
besoknya kokonya kerumah sakit dan bilang: "lu harus baca buku ini, karna lu pasti akan berbaring lama disini"
padahal suhardi org yg malas baca
tapi dia terpaksa membacanya.
lalu setelah 2minggu dia baca, ketika dia sadar dan terbangun dan keluar rumah sakit...
hidupnya berubah dari sebelumnya...
cara pandangnya akan hidup juga berubah...
life is beautiful....
itu kata dia selalu...
He has find a secret in her life...
memang sudah banyak yang berubah pada dia dalam waktu 3tahun ini.
perubahan yang lebih baik pastinya.
hanya saja aku yang belum berubah...
aku masih saja terus bosan dengan hidupku...
terus meng up date status keluh kesahku difacebookku.
aku masih tetap saja kurus dan penuh beban.
aku ingin berhenti...
aku bahkan ill feel medengar dia mengatakan kalo hidup ini indah.
tidakkah dia terlalu lebai...
tetapi setelah aku membaca buku itu...
i'd find the secret...
life is beautifull...
rahasia itu tidak bisa aku ceritakan panjang lebar...
karna jika aku menceritakan rahasia itu disini, sama saja aku meng-copy paste karya Rhonda Byrne...
trust me... baca, terapkan, dan temukan Rahasia anda...
ternyata liburanku selama 2 hari itu sangat indah... dengan membaca sebuah buku yg menjanjikan
tidak sia-sia aku menolak ajakan liburan-liburan yang hanya membuat aku membuang uang dan waktuku.
kalau Suhardi bisa, kenapa hidupku ngga... isn't it?
hari ini, Minggu, 12 september 2010. itu bearti liburanku selama 2 hari telah habis.
up date status facebookku adalah
"baru aku tau,,, Life is Beautifull...
kemana aja g kemarin... hmmm...."
hehehehe... aku ingin terus up date status yang menyenangkan...
hope u so...
thx so much frenz...
xan yg menginpirasiku... untuk membaca buku ini.
Langganan:
Postingan (Atom)











